Mas Adi Berkisah.

Lagi lagi dia keluar. Setiap hari Mas Adi selalu ada janji dengan teman-temannya yang kami sekeluarga nggak akan tau semua. Memang, aku punya mas yang baik, perhatian dan bukan cuma ke aku, bapak dan ibu tapi juga di luar rumah. Banyak cerita yang kudengarkan sebagai adik bungsunya. Mungkin menurut mas adi aku belum bisa mengerti bermacam masalah itu ketika kecil. Tapi sampai sekarang kebiasaan itu tetap ada sampai sekarang. Dan aku tak bosan-bosan mendengarnya berkisah.

Sore ini dia kembali menceritakan harinya. Ini sudah sabtu keempat, tiap pekan ia pulang bawa kue untuk sambil kusantap.

“Jadi tadi mas kenalan sama lina. Dia itu sama seperti mas, kuliah sudah semester akhir. Ternyata dia sudah satu tahun bayar uang semesternya minjem sana sini, soalnya untuk kehidupannya sehari-hari saja udah pas-pasan tik” mas adi mulai bercerita.

Mas adi suka bercerita padaku karna mataku berbinar katanya, seperti semua yang ia ceritakan akan aku pahami, akan berguna untukku nanti. Aku memang kagum dengan kisah-kisahnya itu. Tapi aku lebih kagum lagi dengan masku yang ganteng ini (ya menurutku ganteng). Sibuk untuk urusan orang lain setelah memikirkan dirinya sendiri. Mungkin memang begitu seharusya, makanya aku kagum. Begitu Mas Adi membantu Kak Lina mencari biaya untuk kuliahnya.

Apa yang akan terjadi jika semua orang seperti Mas Adi? ya, impossible. Tapi kalau setidaknya aku ingin membantu Mas Adi, atau aku bantu yang lain. Jika di dunia ini saling membantu, will we make it better?

I hope so. Ya kan mas?

Advertisements

Tentang Mimpi

Kita semua masing-masing tanjaki gunung yang tinggi. Ya, kita semua yang punya mimpi. Mimpi yang setinggi awan.

Apa kabar kawanku? Ingatkah dulu kita ada di perhentian, sejenak duduk untuk tertawa bersama. Kisah yang indah kini melambai tangan dari jauh.

Apa kabar kawanku? Semoga tak lelah kita saling menyemangati. Beruntunglah mereka yang tidak kehabisan kata untuk bertegur sapa. Karena sebuah senyuman semangat begitu berarti di jalan yang panjang.

Jangan pernah lupa kawanku, masih banyak kisah yang belum kita tulis, masih banyak asa yang bisa terbang tinggi.

Dalam tanjakanku kudoakanmu.
Sukses selalu.

Baik-baik saja

Memang berjuang tak sebercanda itu,
Tapi ijinkan aku meringankan ayun langkahku.
Mennjalani hidup tak selucu itu,
Tapi di antara isak tangis, aku tertawa.
Apa kabar senyumanmu?
Semoga selalu hadir dalam hari-harimu.

Sudah Semi

angin yang lembut bertiup
menyapu emosiku yang hampir meluap
cahaya yang menelusuk dari bayangan jendela pagi hari
menyapaku hangat

kehangatan itu akan kudekap
sedekap selimutku kala awan berkumpul
sekumpulan rinduku saat jauh