tep

seperti kata naruto, ngga ada jalan pintas menuju kesuksesan. semakin lama semuanya tau, kerja keras itu sebenarnya kerja yang keras. tapi berusaha nggak segampang tau. dan hidup nggak sebercanda itu. menengok ke segala arah pun mereka sedang berlari mengejar yang harus dikejar, tapi berlari tidak selambat itu. melompat tidak sependek itu. Shofa yang terdiam pun menunduk tersadar kakinya tegak tak bergeser.

tep

kakiku kembali melangkah,

Sudah Semi

angin yang lembut bertiup
menyapu emosiku yang hampir meluap
cahaya yang menelusuk dari bayangan jendela pagi hari
menyapaku hangat

kehangatan itu akan kudekap
sedekap selimutku kala awan berkumpul
sekumpulan rinduku saat jauh

Rindu Dingin, Rindu Hangat

 

img_0344

Memang sesuatu yang selalu menarik, cuaca untuk dibicarakan di negri 4 musim seperti Jerman. Sesuatu yang baru kutemui di tengah kisah hidupku. begitu juga nenekku yang siang tadi bertanya “gimana shofa disana suhunya berapa sekarang? dingin nggak?” Dalam diam sejenak aku terhenyak, lambat laun aku sering melewatkan kebiasaan nge-cek suhu sebelum berangkat. Kenapa?

Untuk orang yang bosenan seperti Shofa ini cuaca 4 musim sangat menarik, sering berganti dan ngga terduga, jadi surprise tiap keluar rumah. Sekarang kunikmati berjalan keluar, kalau dingin aku kedinginan, kadang mendadak ceria kalau sinar matahari lumayan hangat. Walaupun winter menyembunyikan matahari, tapi aku masih ingat senangku ketika salju itu turun deras. Dan yang terlama tidak dijumpai… panas terik yang bikin orang heran kenapa kita pake kerudung.

Mungkin kita bisa mengintip cara menerima takdir dari musim. Dingin yang cocok dengan kopi hangat, dan panas yang membuat eskrim cepat mencair. Semua penuh nikmatnya sendiri tanpa kita harus mengeluh.

Begitu juga hidupmu kawanku, janganlah kita keluhkan nikmat yang tak terhitung 🙂